Jakarta, beritaapm.com – Ducati akhirnya resmi membawa Panigale V4 R terbaru ke Indonesia.
Motor sport yang jadi “senjata utama” di ajang World Superbike ini kini bisa dilihat langsung di showroom Ducati Bintaro, sekaligus menjadi bukti keseriusan brand asal Italia tersebut dalam menggarap pasar motor premium Tanah Air.
Model ini sebelumnya diperkenalkan secara global dalam ajang Ducati World Premiere 2026 pada September 2025.
Panigale V4 R terbaru hadir sebagai evolusi dari lini motor balap homologasi Ducati yang sudah punya reputasi panjang sejak era Ducati 996R.
Masuknya Panigale V4 R ke Indonesia bukan tanpa alasan. Ducati melihat tren pengguna motor sport premium terutama untuk track day terus berkembang.
Hal ini yang mendorong mereka menghadirkan varian paling ekstrem dari keluarga Panigale ke pasar lokal.
“Pasar motor sport premium di Indonesia sangat potensial, apalagi komunitas track day juga terus berkembang. Panigale V4 R kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia.
DNA MotoGP yang Dibawa ke Jalan Raya
Sesuai statusnya sebagai motor homologasi balap, Panigale V4 R bukan sekadar superbike biasa.
Teknologi yang dibawa benar-benar diambil dari dunia balap, termasuk pengalaman di MotoGP dan World Superbike.
Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan corner sidepods yang terinspirasi dari motor MotoGP 2021.
Komponen ini berfungsi meningkatkan aerodinamika, terutama saat motor dipacu di tikungan dengan kecepatan tinggi.
Tak hanya itu, Ducati juga menyematkan Ducati Racing Gearbox (DRG) transmisi dengan karakter balap yang membuat perpindahan gigi lebih cepat dan presisi.
Posisi netralnya pun unik, berada di bawah gigi pertama, bukan di antara gigi satu dan dua seperti motor konvensional.
Mesin Lebih Buas, Performa Mendekati MotoGP
Jantung dari Panigale V4 R adalah mesin Desmosedici Stradale R berkapasitas 998 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 218,5 hp, bahkan bisa tembus lebih dari 235 hp jika menggunakan knalpot balap.
Angka tersebut membuat performanya makin dekat dengan motor MotoGP, apalagi dengan top speed yang bisa mencapai lebih dari 318 km/jam.
Torsi juga meningkat hingga 114,5 Nm, memberikan akselerasi yang lebih responsif dan stabil di berbagai putaran mesin.
Selain tenaga besar, Ducati juga melakukan sejumlah penyempurnaan teknis seperti piston yang lebih ringan, crankshaft dengan inersia lebih tinggi, serta sistem intake yang lebih efisien.
Aerodinamika dan Sasis Fokus ke Performa Sirkuit
Dari sisi desain, perubahan Panigale V4 R bukan sekadar estetika. Winglet baru yang lebih besar mampu meningkatkan downforce hingga 25% pada kecepatan tinggi, membantu menjaga stabilitas saat hard braking maupun cornering cepat.
Sasis juga ikut direvisi dengan karakter lebih fleksibel untuk meningkatkan traksi.
Dipadukan dengan suspensi Öhlins fully adjustable serta swingarm baru, motor ini dirancang benar-benar untuk memaksimalkan performa di lintasan.
Ducati juga membekali motor ini dengan ban Pirelli Diablo Supercorsa SP V4 yang memang dirancang untuk penggunaan performa tinggi.
Elektronik Canggih Ala Motor Balap
Di sektor teknologi, Panigale V4 R membawa paket elektronik terbaru. Sistem seperti Ducati Vehicle Observer (DVO), traction control, wheelie control, hingga Race Brake Control hadir untuk membantu pengendara mendapatkan performa maksimal dengan kontrol optimal.
Semua fitur tersebut ditampilkan melalui panel instrumen TFT 6,9 inci dengan mode khusus track.
Ada juga fitur Grip Meter yang membantu pengendara memahami batas traksi saat berkendara di sirkuit.
Bukan Sekadar Motor, Tapi Koleksi
Dengan status produksi terbatas dan teknologi yang sangat dekat dengan motor balap, Panigale V4 R bukan hanya alat transportasi atau hobi, tapi juga masuk kategori motor koleksi.
Kehadirannya di Indonesia mempertegas positioning Ducati sebagai brand yang tidak hanya menjual motor, tapi juga pengalaman berkendara berbasis performa tinggi.
Bagi pecinta kecepatan dan adrenalin, ini jelas bukan motor biasa melainkan paket lengkap teknologi balap yang bisa dibawa ke jalan raya, atau lebih tepatnya, ke lintasan.
