Jakarta, beritaapm.com – Setelah lebih dari 43 tahun beroperasi di Indonesia, Hino menegaskan perannya dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan niaga.
Tidak hanya mengandalkan volume produksi, produsen asal Jepang ini fokus membangun ekosistem industri berkelanjutan melalui peningkatan kandungan lokal dan penguatan rantai pasok dalam negeri.
Komitmen tersebut dijalankan melalui fasilitas produksi PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) yang memiliki luas area sekitar 296.000 meter persegi dengan total bangunan lebih dari 169.000 meter persegi.
Pabrik ini didukung oleh 1.548 tenaga kerja dan memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit kendaraan per tahun.
Dari fasilitas ini, Hino memproduksi berbagai jenis kendaraan niaga, mulai dari light duty truck, medium duty truck, hingga bus.
Seluruh proses manufaktur mengacu pada standar global Hino Motors Limited Jepang, sehingga kualitas produksi di dalam negeri tetap sejajar dengan fasilitas Hino di negara lain.
Salah satu fokus utama Hino dalam beberapa tahun terakhir adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Saat ini, TKDN produk Hino telah mencapai lebih dari 40 persen, ditambah Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sebesar 14,10 persen.
Capaian ini menunjukkan meningkatnya keterlibatan industri komponen lokal dalam rantai produksi kendaraan niaga.
Direktur PT HMMI Harianto Sariyan menyampaikan bahwa peningkatan kandungan lokal merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Menurutnya, pemanfaatan komponen dalam negeri tidak hanya mendukung kebijakan industri nasional, tetapi juga memperkuat struktur industri otomotif agar lebih mandiri dan kompetitif.
Penguatan rantai pasok lokal juga dinilai memberikan dampak berantai bagi industri pendukung, mulai dari produsen komponen, logistik, hingga sektor manufaktur terkait lainnya.
Dengan semakin banyaknya pemasok lokal yang terlibat, industri otomotif nasional memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing di pasar regional.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, kendaraan dan komponen Hino produksi Indonesia juga berkontribusi pada pasar global.
Sejak memulai ekspor pada 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengirimkan unit kendaraan CBU, CKD, serta komponen ke berbagai negara di Asia dan kawasan lainnya.
Ekspor tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai produksi global Hino, sekaligus menjadi bukti bahwa industri otomotif nasional mampu memenuhi standar kualitas internasional.
Dengan penguatan TKDN dan rantai pasok lokal, Hino menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan industri kendaraan niaga di kawasan.
