Manado, beritaapm.com – Perjalanan panjang melintasi Pulau Sulawesi menjadi panggung pembuktian bagi Toyota terhadap performa kendaraan elektrifikasinya.
Melalui ekspedisi “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi”, pabrikan asal Jepang ini mengklaim berhasil menguji ketangguhan Veloz Hybrid EV di berbagai kondisi jalan ekstrem hingga minim infrastruktur.
Ekspedisi tersebut resmi dituntaskan di Manado, Sulawesi Utara, setelah menempuh jarak lebih dari 6.500 kilometer dalam waktu 39 hari.
Perjalanan dimulai dari Kendari, Sulawesi Tenggara, sejak 7 Juni 2026 dan melibatkan tujuh tim yang terdiri dari media serta content creator.
Menggunakan satu unit Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista, perjalanan dilakukan secara estafet melintasi enam provinsi di Sulawesi.
Rute yang dipilih bukan jalur ringan, melainkan kombinasi medan pegunungan, pesisir, jalan desa hingga area perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menyebut ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan, tetapi juga uji langsung terhadap kualitas, daya tahan, dan keandalan kendaraan hybrid di wilayah timur Indonesia.
“Ini menjadi pembuktian performa dan efisiensi Veloz Hybrid EV di jalur menantang, sekaligus menunjukkan kesiapan ekosistem Toyota dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.
Secara teknis, Toyota menilai seluruh aspek kendaraan bekerja optimal sepanjang perjalanan. Mesin hybrid diklaim mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar dan performa saat menghadapi rute variatif.
Sistem self-charging juga menjadi keunggulan karena tidak membutuhkan infrastruktur pengisian daya eksternal, terutama saat melintasi wilayah terpencil.
Selain itu, sektor kenyamanan turut menjadi sorotan. Suspensi dinilai mampu meredam kondisi jalan yang tidak rata, sementara fitur keselamatan Toyota Safety Sense (TSS) pada varian tertinggi disebut memberikan rasa aman lebih selama perjalanan jarak jauh.
Ekspedisi ini juga mencatat tidak adanya kendala teknis berarti pada kendaraan, meski beberapa etape perjalanan mencapai lebih dari 1.000 kilometer dalam waktu kurang dari sepekan.
Sebelumnya, Toyota telah menggelar ekspedisi serupa bertajuk “Lintas Nusa” pada akhir 2025 hingga awal 2026. Saat itu, Veloz Hybrid EV menempuh jarak lebih dari 7.700 kilometer melintasi 14 provinsi di Indonesia.
Dengan total jarak lebih dari 14.200 kilometer dari dua ekspedisi, Toyota mencoba membangun rekam jejak penggunaan Veloz Hybrid EV dalam kondisi nyata di berbagai wilayah Tanah Air.
Di sisi lain, ekspedisi ini juga menjadi bagian dari strategi Toyota dalam memperluas penerimaan kendaraan hybrid di Indonesia.
Dengan mengusung konsep “Hybrid EV untuk Semua”, Toyota ingin menegaskan bahwa teknologi elektrifikasi tidak hanya relevan untuk penggunaan di kota besar, tetapi juga dapat diandalkan di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.
Dari sisi ekosistem, Toyota mengandalkan jaringan lebih dari 360 outlet resmi di seluruh Indonesia.
Keberadaan jaringan ini diklaim menjadi faktor penting dalam memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan elektrifikasi, termasuk di kota-kota kecil.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, unit Veloz Hybrid EV yang digunakan dalam ekspedisi ini dijadwalkan tampil di ajang GIIAS 2026 pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang, dengan membawa langsung kondisi kendaraan pasca perjalanan lintas Sulawesi.
