Tangerang, beritaapm.com – PT BYD Motor Indonesia melalui sesi “BYD Technology Talks” bertema Own with Confidence menegaskan posisinya di pasar kendaraan energi baru (NEV).
Tidak sekadar menawarkan mobil listrik atau hybrid, BYD berupaya menghadirkan pengalaman kepemilikan yang lebih komprehensif, mulai dari teknologi, efisiensi biaya, hingga dukungan layanan purna jual.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Dual Mode (DM), yang kini mulai diperkenalkan lebih luas di Indonesia.
Sistem ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dengan pendekatan electric-first, di mana motor listrik menjadi sumber tenaga utama dalam penggunaan sehari-hari.
Dalam skenario penggunaan di perkotaan, BYD mengklaim kendaraan dengan teknologi DM mampu beroperasi hingga sekitar 80% menggunakan tenaga listrik.
Mesin bensin akan aktif hanya ketika diperlukan, baik dalam mode hybrid series maupun parallel. Pendekatan ini diklaim memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus, senyap, sekaligus tetap fleksibel untuk perjalanan jarak jauh.
Selain kenyamanan berkendara, efisiensi biaya juga menjadi fokus utama. Berdasarkan simulasi internal selama tiga tahun, model seperti BYD M6 DM disebut mampu menekan biaya perawatan hingga sekitar 30% dibandingkan mobil konvensional di segmen yang sama.
Efisiensi tersebut ditopang oleh tiga teknologi utama, yaitu mesin bensin berteknologi tinggi dengan efisiensi termal hingga 46,06%, sistem Electric Hybrid System (EHS) yang mengintegrasikan motor listrik dan transmisi dalam satu unit, serta Blade Battery yang menjadi andalan BYD dalam aspek keselamatan dan daya tahan.
Dari sisi perawatan, BYD juga menawarkan interval servis yang lebih panjang. Setelah servis awal, kendaraan DM hanya memerlukan perawatan berkala setiap 20.000 km atau satu tahun, dengan kondisi tertentu di 10.000 km. Skema ini dinilai mampu menekan biaya operasional dalam jangka panjang.
Head of Service and Aftersales BYD Indonesia, Ubaidillah, mengungkapkan bahwa saat ini BYD telah memiliki lebih dari 100 jaringan dealer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Selain jaringan dealer, teknisi kami juga telah melalui proses pelatihan dan sertifikasi sehingga penanganan kendaraan sesuai dengan standar global BYD,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan suku cadang menjadi perhatian utama perusahaan. BYD telah menyiapkan fasilitas gudang (warehouse) dengan total area mencapai 100 hektar di beberapa wilayah, termasuk lebih dari 1 hektar di Jakarta yang difokuskan untuk penyimpanan sparepart. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan komponen dan meminimalkan potensi keluhan konsumen.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap kepuasan pelanggan, BYD menawarkan garansi kendaraan hingga 6 tahun atau 150.000 km, serta garansi baterai dan motor listrik hingga 8 tahun atau 160.000 km.
Selain itu, fitur Over-the-Air (OTA) memungkinkan pembaruan sistem kendaraan dilakukan secara jarak jauh tanpa harus mengunjungi bengkel.
Untuk situasi darurat, BYD juga menyediakan layanan roadside assistance 24 jam dengan jangkauan hingga 50 km, serta call center bebas pulsa.
Sementara itu, Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menekankan bahwa layanan purna jual kini menjadi faktor kunci dalam membangun loyalitas konsumen.
“Yang kami bangun bukan sekadar layanan saat ada masalah, tetapi memastikan pelanggan merasa didukung setiap saat,” tutupnya.
