Jakarta, beritaapm.com – Industri kendaraan niaga di Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Salah satu pendorongnya datang dari langkah ekspansi dan penguatan produksi yang dilakukan oleh Hino Motors Ltd bersama lini bisnisnya di Tanah Air.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dengan jajaran petinggi Hino, termasuk Satyakam Arya dan Shingo Sakai.
Diskusi tersebut menyoroti arah pengembangan industri kendaraan komersial, sekaligus membuka peluang besar bagi Indonesia sebagai basis produksi global.
Dalam pertemuan itu, Hino memaparkan bahwa total investasinya di Indonesia kini sudah menembus USD 112,5 juta. Angka tersebut dibarengi dengan kapasitas produksi yang cukup besar, mencapai 75.000 unit per tahun.
Tak hanya itu, operasional manufaktur mereka juga telah menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja lokal sebuah kontribusi yang cukup signifikan di tengah tantangan industri saat ini.
Tak berhenti di pasar domestik, Hino juga mulai memposisikan Indonesia sebagai hub ekspor kendaraan niaga.
Dengan dukungan rantai pasok lokal yang makin solid, Indonesia dinilai punya daya saing untuk memasok kebutuhan pasar regional hingga global.
Jika strategi ini berjalan mulus, dampaknya bukan hanya ke industri otomotif, tapi juga ke perekonomian nasional secara keseluruhan.
Di sisi lain, komitmen terhadap penggunaan komponen lokal juga terus diperkuat. Saat ini, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk Hino berada di kisaran 44% hingga 57%.
Bahkan untuk beberapa model tertentu, angkanya sudah menembus lebih dari 70%. Ini jadi sinyal kuat bahwa industri komponen lokal semakin dilibatkan dalam rantai produksi.
Tak hanya soal bisnis, Hino juga ikut berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Lewat program pendidikan vokasi dan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, mereka berupaya menciptakan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri otomotif modern.
Pemerintah sendiri menyambut positif langkah ini. Kolaborasi antara pelaku industri dan regulator dinilai penting untuk mendorong optimalisasi produksi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Menutup pernyataannya, Shingo Sakai menegaskan bahwa Hino tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga layanan purna jual. Mulai dari jaringan servis yang luas, ketersediaan suku cadang, hingga dukungan teknis, semuanya dirancang untuk memastikan operasional kendaraan pelanggan tetap maksimal di berbagai sektor industri.
