Tangerang, beritaapm.com – VinFast memanfaatkan ajang GIIAS 2026 sebagai panggung untuk menunjukkan ambisi besarnya di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Bukan cuma membawa lini produk, pabrikan asal Vietnam ini juga menekankan pendekatan berbeda dengan menjual ekosistem, bukan sekadar mobil.

Berlangsung di ICE BSD City mulai 30 Juli hingga 9 Agustus, VinFast menghadirkan jajaran model mulai dari VF 3, VF 6, VF 7, hingga VF MPV 7.

Tak ketinggalan lini kendaraan berlabel “Green” yang diklaim sebagai bagian dari strategi mobilitas berkelanjutan mereka.

Namun yang paling disorot bukan hanya produknya, melainkan konsep “Drive Worry Free”.

Program ini menjadi selling point utama VinFast untuk menarik konsumen yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik.

Konsep tersebut dibangun di atas lima pilar utama yaitu biaya operasional rendah, jaminan baterai, kepercayaan kepemilikan, layanan purnajual, serta potensi keuntungan ekonomi.

Secara sederhana, VinFast ingin meyakinkan calon konsumen bahwa memiliki mobil listrik tidak serumit yang dibayangkan.

Di sisi penawaran, VinFast juga cukup agresif. Selama pameran, pembelian unit disertai insentif berupa voucher belanja hingga Rp5 juta, tergantung model yang dipilih.

Selain itu, ada juga program undian berhadiah untuk mendorong transaksi selama GIIAS berlangsung.

Tak berhenti di situ, VinFast membawa sejumlah program yang cukup “berani” untuk pasar Indonesia.

Mulai dari jaminan nilai jual kembali hingga 80%, gratis pengisian daya di jaringan V-GREEN, hingga garansi baterai seumur hidup.

Ada juga skema bebas biaya langganan baterai selama dua tahun.

Langkah ini jelas diarahkan untuk menjawab kekhawatiran utama konsumen dengan depresiasi harga dan umur baterai dua isu yang kerap jadi penghalang adopsi mobil listrik.

Di area booth, pengunjung tak hanya melihat mobil, tapi juga bisa mencoba langsung lewat sesi test drive.

VinFast juga memamerkan infrastruktur pengisian daya V-GREEN yang diklaim sudah tersebar di berbagai titik di Indonesia.

Menariknya, VinFast turut memperkenalkan konsep “Green Rental” lewat program “Sewa Jadi Cuan”.

Skema ini memungkinkan pemilik kendaraan untuk menyewakan mobilnya saat tidak digunakan, membuka peluang pendapatan tambahan.

Strategi ini menunjukkan upaya VinFast mengubah mobil dari sekadar aset konsumtif menjadi aset produktif.

CEO VinFast Southeast Asia, Antonio Zara, menegaskan bahwa pendekatan ini memang dirancang untuk mengubah cara pandang konsumen.

“Memilih kendaraan bukan hanya soal alat transportasi, tapi juga soal ekosistem yang mendukung sepanjang masa kepemilikan,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir, VinFast memang terlihat cukup agresif membangun fondasi di Indonesia.

Selain menghadirkan berbagai model, mereka juga memperluas jaringan dealer dan layanan purnajual.

Saat ini, VinFast sudah memiliki lebih dari 40 showroom dan berencana menambah hingga 150 titik baru dalam beberapa tahun ke depan.

Ekspansi ini diperkuat dengan pengembangan fasilitas perakitan lokal serta jaringan charging yang terus diperluas.