Tangerang, beritaapm.com – ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, BYD mengajak pengguna langsung untuk memahami teknologi yang mereka pakai sehari-hari.

Program bertajuk BEYOND Tech Auto Talks menjadi salah satu cara BYD mendekatkan teknologi ke konsumen.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 anggota komunitas BEYOND, yang merupakan komunitas resmi pengguna BYD di Indonesia dengan jumlah anggota yang kini sudah menembus 3.000 orang.

Alih-alih sekadar pameran statis, acara ini dikemas interaktif. Peserta diajak tidak hanya mendengar penjelasan teknis, tetapi juga berdiskusi langsung dengan tim BYD, mengeksplorasi booth, hingga menjajal kendaraan lewat sesi test drive.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan teknologi Dual Mode (DM), sistem yang menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional dengan pendekatan electric-first.

Artinya, mobil akan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik dalam penggunaan normal, sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung saat dibutuhkan, seperti perjalanan jauh.

Pendekatan ini dinilai lebih relevan untuk kondisi Indonesia, yang masih dalam fase transisi menuju kendaraan listrik penuh.

BYD mencoba menawarkan solusi tengah antara efisiensi listrik dan fleksibilitas mesin konvensional.

“Pemahaman terhadap teknologi adalah bagian penting dari pengalaman kepemilikan kendaraan. Kami ingin pengguna tidak hanya memakai, tapi juga mengerti cara kerja dan manfaatnya,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia.

Tak hanya bicara soal teknologi, BYD juga membahas aspek yang sering jadi pertimbangan utama konsumen yaitu aftersales.

Dalam sesi terpisah, peserta mendapat penjelasan seputar garansi, perawatan, hingga tips menjaga performa kendaraan.

Langkah ini cukup penting, mengingat masih banyak calon konsumen yang ragu terhadap kesiapan layanan purna jual kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Di area booth, peserta juga diajak melihat lebih dekat teknologi lain seperti Blade Battery dan e-Platform 3.0.

Namun, momen yang paling kena justru datang saat sesi test drive.

Di sini, peserta bisa langsung merasakan karakter berkendara mobil BYD, mulai dari akselerasi instan khas motor listrik, kabin yang senyap, hingga efisiensi energi dalam berbagai kondisi jalan.

Bagi komunitas, pengalaman langsung seperti ini dinilai jauh lebih efektif dibanding sekadar membaca spesifikasi di brosur.

“Kami jadi lebih paham, bukan cuma soal teknologi, tapi juga pengalaman punya mobilnya. Antusiasme teman-teman komunitas juga tinggi, bahkan banyak yang dari luar kota sebenarnya ingin ikut,” ujar Candy Zhou, salah satu anggota BEYOND.

Menariknya, pendekatan berbasis komunitas ini bisa menjadi strategi jangka panjang BYD di Indonesia.

Di tengah persaingan ketat brand EV, kepercayaan konsumen bukan hanya dibangun dari produk, tapi juga dari pengalaman pengguna lain.

Jika dikelola konsisten, komunitas seperti BEYOND bisa menjadi tenaga pemasaran organik yang jauh lebih efektif dibanding iklan konvensional.

Ke depan, BYD mengisyaratkan akan terus melibatkan komunitas dalam berbagai program edukasi.

Targetnya jelas yaitu mempercepat pemahaman masyarakat terhadap kendaraan energi baru sekaligus memperkuat ekosistem EV di Indonesia.