Jakarta, beritaapm.com – PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali melanjutkan ekspedisi lintas daerah lewat program Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 Jelajah Sulawesi.
Perjalanan ini resmi dimulai dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dan akan berakhir di Manado, Sulawesi Utara, setelah melintasi ribuan kilometer jalan dengan karakter yang beragam.
Dalam ekspedisi ini, Toyota hanya mengandalkan satu unit Veloz Hybrid EV tipe Q TSS Modellista.
Nantinya, mobil ini akan dikendarai secara estafet oleh jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal, melewati enam provinsi dalam tujuh etape perjalanan.
Langkah ini bukan sekadar touring biasa. Toyota ingin membuktikan bahwa MPV hybrid andalannya tersebut tetap nyaman, efisien, sekaligus tangguh di berbagai kondisi jalan di Indonesia mulai dari jalur pegunungan hingga pesisir.
Vice President Director TAM, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa Sulawesi dipilih karena mewakili kondisi jalan yang kompleks.
“Di sini kita bisa menemukan kombinasi jalan menantang dengan panorama indah. Ini jadi panggung ideal untuk menunjukkan kualitas, durabilitas, dan reliability Veloz Hybrid,” ujarnya.
Mobil ini sendiri tergolong pemain baru. Veloz Hybrid EV pertama kali diperkenalkan secara global sekitar enam bulan lalu di ajang GJAW 2025.
Menariknya, model ini merupakan hasil produksi lokal yang membawa teknologi hybrid generasi terbaru Toyota.
Dari sisi harga, Veloz Hybrid EV dipasarkan mulai Rp 303 juta untuk varian tipe V, hingga Rp 389 juta untuk tipe tertinggi Q TSS Modellista (OTR Jakarta).
Dalam waktu sekitar enam bulan, permintaannya diklaim sudah menembus angka 12.000 unit hingga akhir Mei 2026.
Toyota sebelumnya juga sudah menggelar ekspedisi serupa pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Kini, lewat edisi 2.0, mereka ingin membuktikan konsistensi performa mobil hybrid di rute yang lebih menantang.
Rute perjalanan kali ini terbilang tidak ringan. Tim akan melewati jalur luar Sulawesi seperti Kendari, Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, hingga Gorontalo sebelum finis di Manado.
Sebagian besar jalur merupakan jalan antar kota dengan kontur naik turun, tikungan tajam, serta kondisi jalan yang tidak selalu mulus.
Selain menguji kendaraan, ekspedisi ini juga dimanfaatkan untuk mengeksplorasi potensi daerah.
Tim akan singgah di berbagai destinasi wisata alam dan kuliner lokal, sekaligus melihat bagaimana peran Toyota dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.
Marketing Director TAM, Bansar Maduma, menyebut kegiatan ini sekaligus menjawab keraguan soal performa mobil hybrid di daerah terpencil.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi hybrid Toyota tetap bisa diandalkan tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara masyarakat,” jelasnya.
Ekspedisi ini diperkirakan berlangsung sekitar 40 hari secara nonstop. Dengan rute panjang dan medan beragam, perjalanan ini akan menjadi pembuktian langsung sejauh mana efisiensi dan ketangguhan Veloz Hybrid EV di kondisi nyata.
