Jakarta, beritaapm.com –  JAECOO saat ini tengah menguji fitur Super Intelligent Valet Parking (SIVP) di Indonesia.

Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, terlihat sebuah JAECOO J7 SHS-P SIVP mampu melakukan manuver parkir secara otomatis tanpa pengemudi di dalam mobil.

Mobil tersebut bergerak sendiri di area parkir mal, memicu rasa penasaran sekaligus perdebatan di kalangan warganet.

Fenomena ini bukan yang pertama. Sebelumnya, sempat muncul juga foto dan video spyshot kendaraan serupa dengan stiker bertuliskan “Come to You, Park for You”.

Kemunculan berulang ini mengindikasikan bahwa JAECOO kemungkinan sedang melakukan uji coba teknologi tersebut di kondisi nyata Indonesia.

Secara konsep, SIVP memungkinkan mobil mencari slot parkir dan memarkirkan diri secara mandiri.

Teknologi ini mengandalkan kombinasi sensor, kamera, dan sistem navigasi digital untuk membaca kondisi sekitar.

Tren seperti ini sebenarnya sudah berkembang secara global.

Berdasarkan laporan Fortune Business Insights, sistem intelligent parking diklaim mampu memangkas waktu pencarian parkir hingga 45–55 persen serta membantu mengurangi kepadatan kendaraan di area parkir.

Namun, implementasinya di Indonesia tentu tidak sesederhana itu.

Kondisi parkiran yang sering tidak teratur, marka yang tidak konsisten, hingga perilaku pengguna jalan yang kurang disiplin bisa menjadi tantangan besar bagi teknologi semi-otonom seperti ini.

Belum lagi faktor keamanan dan regulasi yang masih menjadi tanda tanya.

Di sisi lain, fitur seperti ini berpotensi menjadi nilai jual menarik, terutama bagi konsumen urban yang menginginkan kemudahan dalam mobilitas sehari-hari.

Pihak JAECOO sendiri menyebut teknologi ini sebagai bagian dari pengembangan intelligent driving yang lebih praktis.

“Melalui konsep ‘Come to You, Park for You’, kami ingin menghadirkan pengalaman parkir yang lebih nyaman dan efisien,” ujar Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing JAECOO Indonesia.

Menariknya, JAECOO berencana menampilkan langsung teknologi ini di ajang GIIAS 2026.

Artinya, publik bisa melihat sejauh mana kemampuan SIVP bekerja di kondisi nyata.

Pertanyaannya, apakah fitur ini benar-benar solusi atas masalah parkir di Indonesia, atau sekadar gimmick teknologi untuk menarik perhatian pasar?

Jawabannya kemungkinan baru akan terlihat setelah teknologi ini benar-benar digunakan secara massal di jalanan dan area parkir Tanah Air.