Tangerang – Bukan sekadar SUV keluarga, Chery TIGGO V diperkenalkan sebagai kendaraan serbaguna yang menggabungkan karakter SUV, MPV tujuh penumpang, sekaligus kendaraan utilitas bergaya double cab.
Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi Chery menghadirkan kendaraan yang dinilai sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.
Melalui slogan “Specially Built for Indonesia”, TIGGO V dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas keluarga, kondisi jalan, hingga aktivitas di luar rutinitas harian.
Menariknya, pengembangan TIGGO V bukan dimulai dari meja desain semata.
Chery mengklaim prosesnya telah dilakukan sejak Februari 2024 melalui proyek T1TP.
Dalam proses tersebut, tim R&D Chery Global turun langsung ke Indonesia untuk melihat kondisi jalan dan pola mobilitas masyarakat.
Ratusan sesi diskusi kemudian dilakukan antara engineer Chery Global dan tim Indonesia, termasuk diskusi kelompok bersama calon konsumen.
Dari proses itu, Chery menemukan sejumlah kebutuhan yang dianggap cukup khas.
Hasil riset tersebut kemudian diterjemahkan Chery menjadi sejumlah karakter utama TIGGO V.
Ground clearance tinggi, kemampuan menanjak, desain yang terlihat tangguh, serta pencahayaan yang tegas menjadi beberapa aspek yang diperhatikan.
Di sisi lain, kebutuhan keluarga tetap diakomodasi melalui kabin tiga baris, ruang yang lapang, konektivitas modern, pendingin kabin, dan efisiensi bahan bakar.
Arah pengembangan ini sebenarnya sudah mulai terlihat ketika Chery memperkenalkan Chery X pada ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) pada November 2025.
Kini, konsep tersebut berkembang menjadi TIGGO V yang diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026.
Nama “V” sendiri disebut merepresentasikan Victory dan Versatile, yang menggambarkan kemampuan kendaraan untuk digunakan dalam berbagai kondisi dan kebutuhan.
“Pengembangan TIGGO V dimulai dari kebutuhan nyata konsumen Indonesia. Berdasarkan hasil riset, konsumen membutuhkan kendaraan yang mampu menjawab kebutuhan keluarga, menghadapi berbagai kondisi jalan, tetap nyaman dipakai, sekaligus fleksibel untuk aktivitas produktivitas maupun hobi,” ujar Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit.
Secara dimensi, TIGGO V memiliki panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, dan tinggi 1.790 mm. Ground clearance-nya mencapai 220 mm.
Angka tersebut menjadi salah satu modal TIGGO V untuk menghadapi karakter jalan di Indonesia yang tidak selalu mulus.
Chery juga menyebut kendaraan ini memiliki kemampuan menanjak hingga 41 derajat dan mampu melewati genangan air dengan kedalaman hingga 700 mm.
Untuk membantu manuver di ruang terbatas, TIGGO V dibekali fitur Easy Turn.
Sistem ini memanfaatkan pengereman pada roda belakang untuk membantu memperkecil radius putar kendaraan sekitar 0,5 meter.
Dengan dimensi yang cukup besar, fitur tersebut tentu menjadi salah satu aspek yang menarik, terutama ketika kendaraan harus bermanuver di jalan sempit atau area parkir terbatas.
Sebagai kendaraan yang ditujukan untuk keluarga, urusan kenyamanan juga mendapat perhatian.
TIGGO V menggunakan Air Flow Calibration System yang dipadukan dengan ventilasi AC untuk baris ketiga dan area pilar C.
Chery mengklaim sistem tersebut dirancang agar distribusi udara di dalam kabin lebih merata.
Untuk konektivitas, sistem infotainment-nya mendukung wireless Android Auto dan Apple CarPlay.
Sementara urusan sumber tenaga, Chery menyiapkan dua pilihan powertrain, yakni mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) dan Chery Super Hybrid (CSH).
Versi hybrid tersebut diklaim mampu menawarkan daya jelajah hingga 1.030 km.
Teknologi powertrain yang digunakan juga memiliki thermal efficiency hingga 42,5 persen.
Bagian paling menarik dari TIGGO V justru terletak pada konsep 3-in-1 versatility.
Chery merancang kendaraan ini agar konfigurasi kabinnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Kapasitasnya bisa diatur untuk membawa dua, empat, lima, hingga tujuh penumpang.
Konfigurasi tersebut memungkinkan TIGGO V digunakan untuk berbagai skenario.
Saat digunakan sebagai kendaraan keluarga, seluruh tiga baris kursi bisa dimanfaatkan.
Ketika membutuhkan ruang lebih besar untuk membawa barang, konfigurasi kabin dapat diubah.
Bahkan bagian belakang kendaraan dapat dikonversi menjadi format double cab dengan area terbuka.
Perubahan tersebut dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan diler.
Konsep inilah yang membuat TIGGO V berbeda dari SUV keluarga pada umumnya.
Satu kendaraan dirancang untuk menjalankan fungsi yang biasanya membutuhkan lebih dari satu jenis kendaraan.
Fleksibilitas TIGGO V tidak berhenti pada konfigurasi kursi.
Kendaraan ini menggunakan split tailgate yang mampu menahan beban hingga 250 kg.
Bagian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk maupun membantu menopang barang.
Untuk aktivitas luar ruang, tersedia pula fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 2,2 kW.
Fitur ini memungkinkan baterai kendaraan digunakan sebagai sumber listrik untuk perangkat elektronik selama perjalanan atau kegiatan outdoor.
Di GIIAS 2026, Chery bahkan menampilkan dua unit TIGGO V dengan konfigurasi berbeda.
Satu unit ditampilkan sebagai SUV/MPV dengan tiga baris kursi, sementara unit lainnya menggunakan format double cab dengan area belakang terbuka.
Melalui dua unit tersebut, pengunjung dapat melihat langsung bagaimana satu kendaraan bisa memiliki karakter yang berbeda tergantung kebutuhan.
