Jakarta, beritaapm.com – Baru dua pekan resmi meluncur secara nasional, Wuling Aira EV mencatat lebih dari 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Angka tersebut menjadi sinyal awal bahwa mobil listrik berukuran kompak masih memiliki pasar yang cukup besar, khususnya untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari di perkotaan.
Sales Director Wuling Motors, Kharismawan Awangga, mengatakan capaian tersebut menjadi indikasi bahwa Aira EV mendapat respons yang baik dari konsumen Indonesia.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap Wuling Aira EV yang telah mencatat lebih dari 3.500 SPK hanya dalam dua pekan setelah peluncuran nasional,” ujar Kharismawan.
Menurutnya, sejumlah faktor seperti desain, dimensi yang kompak, fitur, serta kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih Aira EV.
Wuling memosisikan Aira EV sebagai kendaraan listrik yang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari di kawasan perkotaan.
Mobil ini mengusung konsep “Fun Everyday, For Everyone”, dengan pendekatan desain yang dibuat lebih ekspresif.
Eksteriornya menggunakan konsep Neo Classic Design, sementara bagian kabin mengadopsi Fun Pod Interior Design.
Wuling juga membekali mobil ini dengan layar kontrol berukuran 10,1 inci yang sudah mendukung konektivitas smartphone dan Internet of Vehicle (IoV).
Untuk pengisian daya, Aira EV sudah mendukung DC Fast Charging dengan konektor CCS2.
Fitur ini menjadi salah satu aspek penting bagi pengguna yang menginginkan waktu pengisian baterai lebih singkat ketika melakukan perjalanan.
Dari sisi dimensi, radius putarnya hanya 4,5 meter. Wuling juga menyediakan konfigurasi empat pintu sehingga akses keluar-masuk penumpang menjadi lebih praktis.
Menariknya, kapasitas bagasi Aira EV diklaim dapat mencapai 838 liter, sehingga tidak hanya mengandalkan ukuran bodi yang kompak, tetapi juga menawarkan ruang penyimpanan yang cukup untuk kebutuhan harian.
Salah satu daya tarik Aira EV adalah biaya operasionalnya. Wuling mengklaim biaya energi mobil ini berada di kisaran Rp151 per kilometer.
Untuk aspek keselamatan, Aira EV menggunakan rangka dengan material 60 persen high-strength steel.
Mobil ini juga dilengkapi sejumlah fitur seperti kamera dan sensor parkir belakang, Electronic Parking Brake (EPB) dengan Auto Vehicle Hold, serta Hill Hold Control.
Wuling turut menyematkan teknologi Magic Battery sebagai bagian dari sistem baterai kendaraan listrik tersebut.
Aira EV ditawarkan dalam dua varian, yakni Standard Range dan Long Range.
Varian Standard Range memiliki jarak tempuh hingga 205 kilometer berdasarkan pengujian CLTC, sedangkan varian Long Range mampu mencapai 301 kilometer CLTC.
Konsumen juga bisa memilih tiga warna yang disediakan Wuling, yakni Milk Tea, Starry Black, dan Galaxy Blue.
Yang menarik, Aira EV bukan sekadar produk impor. Mobil listrik ini diproduksi di fasilitas manufaktur Wuling di Cikarang, Jawa Barat, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 42,5 persen.
Untuk pasar Indonesia, Wuling memasarkan Aira EV dengan harga yang relatif agresif di segmen mobil listrik mungil.
Saat pembukaan GIIAS 2026, Wuling mengumumkan harga Aira EV Standard Range sebesar Rp155 juta, sementara varian Long Range dibanderol Rp175 juta.
Dengan selisih harga Rp20 juta, konsumen mendapatkan pilihan jarak tempuh yang lebih jauh pada varian Long Range.
