Jakarta, beritaapm.com – GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 bukan sekadar pameran otomotif biasa.

Ajang yang digelar 30 Juli–9 Agustus 2026 di ICE BSD City ini kembali menegaskan perannya sebagai panggung strategis bagi industri, pemerintah, hingga pelaku pembiayaan.

Salah satu sorotan datang dari kehadiran Menteri Keuangan Republik Indonesia yang menjadi pembicara kunci dalam GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC), Selasa (4/8/2026).

Kehadiran ini sekaligus mengirim sinyal kuat kalau pemerintah masih menaruh perhatian serius terhadap arah dan keberlanjutan industri otomotif nasional.

Tak hanya tampil di forum resmi, Menteri Keuangan juga berdiskusi langsung dengan jajaran GAIKINDO.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari kebijakan pajak kendaraan listrik hingga kondisi industri pembiayaan.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut pemerintah menunjukkan respons positif terhadap dinamika industri saat ini.

“Menteri Keuangan menyampaikan antusiasmenya terhadap industri otomotif Indonesia dan kesiapan untuk mendukung pertumbuhannya,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang disorot adalah rencana kebijakan pajak kendaraan listrik di daerah, khususnya di DKI Jakarta.

Pemerintah menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah agar tidak mengganggu iklim investasi dan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

“Keselarasan regulasi ini penting untuk menjaga kepastian pasar, terutama di tengah dorongan percepatan elektrifikasi,” jelas Anton.

Selain itu, sektor pembiayaan juga jadi perhatian serius. Maraknya kasus kredit macet yang disertai hilangnya unit kendaraan dinilai berdampak langsung pada industri multifinance.

Akibatnya, perusahaan leasing kini cenderung lebih ketat dalam menyalurkan kredit, termasuk menaikkan uang muka (DP).

Dampaknya tidak kecil. Tingginya DP membuat daya beli konsumen tertekan, sementara pasar otomotif Indonesia masih sangat bergantung pada skema kredit.

Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Keuangan tengah menyiapkan regulasi yang diharapkan bisa memberi perlindungan hukum sekaligus kepastian fiskal bagi perusahaan pembiayaan.

Tujuannya jelas yakni menjaga ekosistem pembiayaan tetap sehat dan menopang penjualan kendaraan.

Usai agenda konferensi, Menteri Keuangan juga menyempatkan diri berkeliling area pameran GIIAS 2026.

Selama lebih dari dua jam, ia mengunjungi berbagai booth dan melihat langsung perkembangan teknologi serta produk otomotif terbaru yang hadir di Indonesia.

Menurut Anton, kehadiran pejabat negara di GIIAS menjadi indikator penting bahwa industri otomotif masih dianggap strategis.

“Ini bukti bahwa sektor otomotif Indonesia mendapat perhatian serius dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” katanya.

GIIAS 2026 sendiri tidak hanya diisi oleh produsen kendaraan, tetapi juga didukung berbagai mitra industri.

Melalui gelaran ini, GAIKINDO ingin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara industri dan pemerintah.

Targetnya tidak sekadar pameran, tetapi menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di masa depan.